gambar

Digitalisasi Perijinan Tingkatkan Investasi dan Serapan Tenaga Kerja, Triwulan Pertama Capai 5.557 Orang

Dapurrakyatnews – Digitalisasi dalam pelayanan perijinan di Kabupaten Sumenep, semakin menunjukkan dampak positif terhadap investasi daerah. Hingga 6 Maret 2025, realisasi penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) mencapai 1.715 unit.

Hal ini diiringi dengan nilai investasi yang tercatat sebesar Rp1,304.988.928.277 dengan sektor minyak dan gas (migas) sebagai penyumbang terbesar.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumenep, Dr. R. Abd Rahman Riadi, SE, MM, mengungkapkan bahwa, digitalisasi Perijinan mempermudah para pelaku usaha dalam memperoleh izin usaha, sehingga mendorong peningkatan investasi di daerah.

“Realisasi investasi sampai dengan triwulan pertama tahun 2025 mencapai Rp1,3 triliun. Dari jumlah tersebut, sektor migas menjadi penyumbang terbesar, seperti dari salah satu perusahaan yang menyumbang hampir Rp600 miliar,” ujar Rahman. Kamis (6/3/2025).

Dampak positif dari peningkatan investasi ini juga terlihat pada serapan tenaga kerja. Menurut Rahman, hingga awal Maret 2025, sebanyak 5.557 tenaga kerja telah terserap dalam berbagai sektor usaha di Kabupaten Sumenep.

“Masuknya investasi tentunya menggembirakan karena berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja. Dengan semakin banyaknya tenaga kerja terserap, angka pengangguran di daerah ini bisa berkurang secara bertahap,” tambahnya.

Perdagangan dan Pertanian Dominasi Penerbitan NIB

Jika dilihat dari sektor usaha, Rahman menjelaskan bahwa penerbitan NIB selama periode 1 Januari hingga 6 Maret 2025 didominasi oleh sektor perdagangan, makanan dan minuman, pertanian, rumah makan, warung, serta industri rokok kretek.

“Kategori usaha yang paling banyak mendapatkan NIB adalah sektor perdagangan, diikuti oleh makanan dan minuman, serta pertanian. Dari segi sebaran wilayah, Kecamatan Kota menjadi yang tertinggi dengan 405 NIB, disusul Kecamatan Lenteng (95 NIB), Pragaan (94 NIB), Arjasa (84 NIB), dan Ganding (73 NIB) yang siswanya tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Sumenep,” paparnya.

Lebih lanjut, Rahman menargetkan investasi di Kabupaten Sumenep terus mengalami peningkatan. Jika pada 2024 realisasi investasi mencapai Rp2,77 triliun dari target Rp2,5 triliun, maka untuk 2025 pihaknya menargetkan Rp2,8 triliun.

“Sampai triwulan pertama ini, realisasi investasi sudah mencapai Rp1,3 triliun. Kami optimistis target tahun ini dapat terlampaui, meskipun di tengah kondisi anggaran yang banyak mengalami refocusing,” jelasnya.

Rahman juga mengimbau para pelaku usaha di Kabupaten Sumenep, untuk segera mengurus perizinan sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perizinan Berbasis Risiko.

“Kami mengingatkan para pelaku usaha yang belum mengurus izin agar segera melakukannya. Dengan memiliki izin resmi, data realisasi investasi dan serapan tenaga kerja bisa lebih terpantau dengan baik,” tegasnya.

Selain itu, ia mengimbau masyarakat agar mengurus NIB secara mandiri tanpa melibatkan pihak ketiga.

“Saat ini, proses perizinan semakin mudah dengan sistem digital. Pengurusan NIB selain dapat dilakukan di Mall Pelayanan Publik, juga dapat dilakukan sendiri dari rumah asalkan dokumen yang dibutuhkan lengkap,” ungkapnya.

“Kami berharap, masyarakat memanfaatkan kemudahan ini dan tidak menggunakan jasa pihak ketiga, yang justru bisa merugikan mereka,” pungkas Rahman.

https://dapurrakyatnews.com/digitalisasi-perijinan-tingkatkan-investasi-dan-serapan-tenaga-kerja-triwulan-pertama-capai-5-557-orang/